Customer Service
Blackberry

BBM

D6818B3B

Pesan Dan Komentar
Banner Link
Kamis, 19 September 2013 - 19:41:07 WIB
Pajak Minimarket
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Tutorial - Dibaca: 4577 kali

Akhir-akhir ini di kota kami, para pengusaha retail banyak yang di binggungkan oleh om Pajak, karena belum tau banyak tau / tidak mau tahu bagaimana menghitung pajak, apalagi ada yang berpendapat “buat apa saya bayar toh nantinya bakal di korupsi juga oleh aparat”.. terjadi pemberontakan secara tidak langsung antara wajib pajak dan para pemungut pajak..terutama pajak PPN yang dikenakan paa barang-barang yang di jual. bahkan ada yang meminta saya untuk menghitung pajaknya.. setelah browsing2 sana sini. akhirnya ketemu juga bagaimana cara menghitung pajak PPN. mudah-mudahan cara penghitungan ini benar dan tidak menyesatkan buat teman-teman yang membacanya..

lansung aja kita simak pada kasus berikut :

PERTANYAAN:

Usaha saya membuka minimarket dan saya sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Saya dengar dari teman saya bahwa selain saya harus membayar pajak penghasilan Pasal 25 saya juga perlu membayar pajak pertambahan nilai atau PPN 3 persen dari omzet penjualan per bulan. Yang mau saya tanyakan apakah memang benar bahwa saya juga perlu membayar PPN? Karena usaha saya masih kecil dan kalau omzet setahun saya kurang lebih sekitar Rp800 juta. Dan mohon bapak jelaskan dasar aturannya. Terima kasih.

Salam,

Wijaya

Jakarta

JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaan yang bapak sampaikan kepada kami. Di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2010 tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai menyatakan bahwa pengusaha kecil adalah pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak dengan jumlah peredaran bruto tidak lebih dari Rp600 juta. Maka pengusaha kecil adalah pengusaha dengan peredaran bruto atau penerimaan bruto di bawah Rp600 juta setahun. Pengusaha kecil ini tidak diharuskan untuk menjadi PKP (Pengusaha Kena Pajak) namun boleh memilih untuk menjadi PKP.

Di sini peredaran usaha bapak sudah mencapai Rp800 juta dan melebihi dari batasan pengusaha kecil maka bapak dapat mendaftarkan diri dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 74/PMK.03/2010 tentang Pedoman Penghitungan Pajak Masukan bagi Pengusaha Kena Pajak yang mempunyai peredaran usaha tidak lebih dari Rp1,8 miliar dalam satu tahun buku.

Jadi PKP yang dapat menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan apabila memenuhi syarat:

Mempunyai peredaran usaha dalam 2 tahun buku sebelumnya tidak melebihi Rp1,8 miliar untuk setiap 1 tahun buku; atau Wajib Pajak baru dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

Besarnya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan dihitung menggunakan pedoman penghitungan Pajak Masukan yaitu sebesar 70 persen dari Pajak Keluaran untuk Penyerahan Barang Kena Pajak.

Maka PPN yang wajib disetor pada setiap masa pajak adalah tiga persen dari Dasar Pengenaan Pajak. Atau sama saja 3 persen dikalikan besarnya omzet per bulan. Namun kewajiban menggunakan pengkreditan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran berlaku mulai masa pajak setelah masa pajak yang peredaran usahanya menjadi lebih besar dari Rp1,8 miliar.

Dalam pelaporan SPT Masa PPN untuk PKP yang menggunakan Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan menggunakan formulir SPT Masa PPN 1111 DM. Yang diatur di Peraturan Dirjen Pajak Nomor 45/PJ/2010.

Dan juga penyampaian SPT Masa PPN 1111 DM tersebut menggunakan hard copy atau berbentuk kertas apabila dalam satu masa pajak atau satu bulan menerbitkan faktur pajak tidak lebih dari 25 dokumen.

Untuk penyampaian SPT Masa PPN 1111 bentuk elektronik yang mana dalam bentuk elektronik apabila dalam satu masa pajak atau satu bulan penerbitan faktur pajak sudah lebih dari 25 dokumen maka sudah wajib menyampaikan SPT Masa PPN dalam bentuk elektronik yang dapat diunduh di http://www.pajak.go.id. Atau bisa juga menggunakan e-filling.

Demikianlah penjelasan dari kami,

semoga bermanfaat.

sumber ; jurnas.com

Agar bisa menentukan penjualan netto dan bruto pada toko anda, sebaiknnya anda menggunakan program aplikasi penjualan, inventory yang di buat oleh http://www.ji-software.com